Studying Abroad: DOs and DON’Ts (1)

JUMP HIGH!

Dear all my readers! How are you doing? Semoga semuanya baik-baik saja ya.. Ngga terasa udah 2014 aja dan udah bulan ke-tiga pula :’) It seems like it’s still yesterday I enjoyed spring in Korea hehehe

Sebelumnya, maafkan saya yang telah mendiamkan blog ini begitu saja. Saya benar-benar menikmati hari-hari saya sepulang dari Korea bulan Desember lalu dan lagi-lagi adjust with my new life here. Belum lagi harus bolak-balik ke Jakarta lalu kembali lagi ke Surabaya dalam 3 bulan terakhir.

Tapi, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah mampir ke blog saya, mengirimkan comment nya dan yang membuat saya ingin menulis lagi adalah banyaknya email masuk ke saya dan bertanya tentang beasiswa, kuliah di luar negeri, and so on. Daripada jawab satu-satu, saya tulis jawabannya di sini ya..

Sebelumnya saya pernah menulis tentang persiapan sebelum study abroad di sini. Nah,Β  bedanya, sekarang saya akan share tentang DOs and DONTs sebelum kamu memutuskan untuk kuliah di luar negeri khsususnya untuk SCHOLARSHIP HUNTERS yang maunya gratis-gratis ya ciiin πŸ˜‰ Well, these are not theories from books merely my own advice based on my experience πŸ˜‰

DO’s

1. Ask yourself clearly

Sebelum memutuskan untuk kuliah di luar negeri, pastikan kamu sudah benar-benar tahu what’s your ultimate goal to study abroad. Cari tujuan utama kamu, karena dari situ, akan muncul effort dan semangat yang besar untuk mencapainya. Kebanyakan dari teman-teman saya, memang ingin kuliah di luar negeri, apalagi yang gratis-gratis. But then, setelah saya tanya, kenapa sih kamu mau kuliah di luar negeri? Mereka bingung menjawabnya. So, tanyakan pada diri kamu, apa perlu kamu kuliah di luar negeri? Harus sekarang kah? Kalau tahun depan? Cuma penasaran, atau pengen coba? Kalo memang mau Amerika, kenapa harus Amerika. Kalau Jepang aja gimana? Atau apa? Karena semua hal itu tentu didasari dengan niat dan tujuan sebelum memilih atau melakukannya, bukan? πŸ˜€ kita sering berkomunikasi dengan orang lain, tapi suka lupa berkomunikasi dengan diri sendiri. yes, Intrapersonal Communications!

2. Do simple research

Udah kan, setelah tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang kamu buat, lakukan riset kecil-kecilan. Tentang negara mana yang kamu ingin jadikan tempat berkelana dan menghabiskan waktu untuk belajar di sana, major yang kamu pilih, persyaratan apa saja yang dibutuhkan, atau bisa juga kamu cari tuh peraih beasiswa dari program serupa di tahun sebelumnya dan kamu bisa share dengan mereka. Setidaknya bisa minta tips nya biar bisa lolos dari seleksi program beasiswa and so on. Be kepo sesaat deh! Atau saran saya, kepo banget gih sama informasi yang terkait dengan hal-hal tersebut. Dari situ kamu tahu apa yang perlu kamu lakukan. Do not stop ‘investigating’. Google has provided anything. Tinggal mau cari atau ngga πŸ˜€

3. Stay Focused on your goal

Tau tujuannya udah, riset udah, nah sekarang nih saatnya fokus dengan tujuan kamu. Kalau memang ada beberapa pilihan program atau negara tujuan, pilih satu dulu deh. Pilih yang sekiranya kamu paling eligible dan memang kamu cocok dengan program yang ditawarkan. Selain itu, fokus di sini juga diartikan sebagai fokus untuk memantaskan diri to get what you want hehehe jangan pernah berhenti belajar. No time for galau, bayangkan dengan jelas di benak mu bagaimana senangnya jika bisa diterima, berangkat dan sekolah di tempat yang kamu impikan πŸ™‚

4. Be Convinced and Confident

Nah yang ke-empat ini, salah satu cara untuk tetap fokus. Sebelum kamu melangkah, milikilah belief yang tepat dan supportive. Jangan sampai belief-belief ngga penting itu malah bikin kamu down. Misalnya “Aku kan ngga pinter, bahasa inggris pas pas an. Ah dia enak, dari universitas beken. Ah ini ah itu…” Hmm, Yakinkan dirimu dan PEDE aja lagi! Scholarship is not for the smarts or cleversΒ  but for those who want to struggle to get it. Bicara soal scholarship, buanyaaak banget tawaran yang ada. Dan saya ulangi, beasiswa atau sejenisnya itu bukan hanya untuk mereka yang pintar. Tapi sesungguhnya mereka semua yang bisa mendapatkan itu karena mereka pandai melihat peluang dalam setiap kesempatan yang ada. Karena mereka fokus! Ke toko buku ngeliat buku IELTS preparation aja udah kaya nemu harta karun. Mereka melihat buku itu sebagai sebuah sumber daya yang bisa mendukung mereka mendapatkan yang mereka inginkan. Coba buku itu dikasih sama orang-orang yang ga fokus untuk study abroad misalnya. Bakal biasa aja sih yaaa..

5. Manage your expectation

Nah, dari semua yang di atas yang tampak sebagai usaha yang harus kamu lakukan, di poin ini saya mau memberikan rahasia saya nih hehehe last but not least, sesuatu yang saya jadikan nilai dalam hidup saya untuk selalu manage my expectation. Tentu, berdoa dan memohon pada Tuhan itu pasti. It’s a must! Tanpa saya tulis dalam 5 poin ini, sudah seharusnya kita yang menginginkan sesuatu bisa memohon pada yang Maha Kuasa. Tapi, ingatlaaaah.. manusia bisa berencana, tapi siapa yang menentukaaan? Dijawab sendiri ya hehehe nah, dengan mengatur ekspektasi kita terhadap sesuatu, kita bisa ikhlas menerima apapun yang terjadi at the end. Bukan berarti pesimis di awal tapi lebih ke pada do for the best and prepare for the worst, my friend once said like that πŸ˜‰ Ngga perlu nangis bombay kalau toh belum keterima di program yang diinginkan. I used to experience that. Usaha udah maksimal, pede, belajar ini itu, sampe interview, and the final result, saya belum diterima. WHY? oh WHY? pasti itu yang muncul hihi tapi disaat kita bisa manange our expectation, kita akan dengan mudahnya ikhlas dan melihat hasil tersebut sebagai sebuah proses berlanjut untuk tantangan berikutnya. Percayalah, semua pasti ada maksudnya πŸ™‚ akan saya share di point DONT’s ya..

Wah, ngga sadar udah jam segini aja nih. Time to hit the bed since I gotta get up early tomorrow. Silakan diresapi, dimaknai, jika ada yang ingin didiskusikan, feel free to share. Saya lanjutkan poin DON’Ts di postingan selanjutnya yaa.. semoga beberapa tips ini bermanfaat dan.. selamat beristirahat πŸ˜‰

Advertisements

2 thoughts on “Studying Abroad: DOs and DON’Ts (1)

  1. Luar biasa… Tetap berjuang untuk jadi yang terbaik bagi keluarga, bangsa, dan agama.
    Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, tentu dengan harapan agar manusia bisa melakukan yang terbaik bagi kehidupannya juga bagi kebaikan semesta.
    Sukses ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s