Setelah Wisuda: Lanjut S2 atau Bekerja?

… atau menikah? hahaha

Seharusnya saya tambahkan pilihan itu di dalam judul tulisan ini ya 🙂

Pertanyaan ini memang seringkali menjadi isu yang serius buat yang segera wisuda atau yang baru saja wisuda. Saya sendiri pun sempat mengalaminya. Di semester akhir, waktu itu saya mulai berpikir akan ke mana saya setelah ini. Tentu banyak pilihan itulah yang membuat saya harus memilih dan fokus untuk meraih tujuan saya.

Jika di awal kuliah dulu, saya sempat berniat untuk segera melanjutkan studi S2 somewhere di luar negeri. Tentu masih akan semangat belajar, pikir saya. Bukannya belajar di saat muda akan lebih mudah daripada saat sudah berumur? 

Ternyata, rencana itu saya kubur dalam-dalam setelah saya pulang dari Korea Selatan di akhir tahun 2013 dan setelah saya magang dua kali di dua instansi yang berbeda. Pandangan saya berubah dan tidak lagi ingin melanjutkan sekolah S2 setelah lulus S1. Entah karena saya sudah terlalu lama di negara orang (ya, 4 + 4 bulan jauh dari rumah itu sangat lama untuk anak berusia 20 tahun waktu itu), atau tujuan hidup saya yang mungkin berubah. Justru saya berencana untuk sebisa mungkin langsung bekerja setelah lulus.

Kalau kamu sedang bingung akan ke mana setelah lulus kuliah, saya memiliki beberapa pertimbangan untuk beberapa pilihan berikut. Semoga dapat membantu kamu dalam mengambil keputusan ya!


1. Lanjut Studi S2 Setelah Lulus S1

columbia
Columbia University: My Graduate-School to be. Aamiin.. (Source: @Columbia)

Dalam hidup, tentu kita akan selalu dihadapkan pada momen-momen pengambilan keputusan, bukan? Dan bagi saya, keputusan yang dibuat setelah menyandang gelar sarjana (dan sejenisnya) merupakan salah satu momen terpenting dalam hidup selain momen dilamar sang kekasih. Bagaimana tidak, di momen inilah kita memulai hidup sebagai individu yang mandiri yang sudah dibekali banyak ilmu sebagai mahasiswa selama beberapa tahun. Jika pilihanmu jatuh pada melanjutkan studi S2 sesaat setelah lulus S1, pikirkan matang-matang tentang tujuan hidupmu. Apakah kelak ingin menjadi dosen, ibu rumah tangga yang mulia, istri sholihah, pengusaha, atau bekerja sebagai profesional di sebuah perusahaan? Mengapa hal ini penting untuk dipikirkan masak-masak? 

Satu hal yang kita ketahui bersama, studi S2 biasanya ditempuh dalam waktu 1-2 tahun dan saat lulus nanti, usiamu sudah tidak lebih muda dari sebelumnya. Jika ingin menjadi dosen, pilihan ini tepat untuk kamu ambil mengingat kualifikasi untuk menjadi dosen tidak cukup hanya dengan ijazah sarjana. Di tempat kamu studi S2 nanti juga bisa sambil cari pengalaman untuk mendalami riset dan kegiatan yang lebih ilmiah untuk menyiapkan diri sebagai akademisi.

Jika kamu ingin bekerja di sebuah instansi atau perusahaan, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk langsung melanjutkan studi S2. Mengapa? Bukan berarti sekolah lagi itu tidak baik. Sama sekali tidak. Tetapi, berdasarkan pengalaman saya mencari kerja, perusahaan mengutamakan pengalaman daripada tingkat pendidikan kita. Banyak juga di antara kandidat yang mencari kerja merupakan lulusan S2 yang belum memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Beberapa perusahaan pun menerapkan benefit yang sama untuk lulusan S1 dan S2 (meski beberapa perusahaan lain ada yang membedakan). But simply about working experiences yang menjadikan kita kandidat yang stand out dibandingkan dengan yang lain.

Untuk yang ingin menjadi ibu rumah tangga mulia, istri sholihah, atau pengusaha, tentu memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk menentukan tujuan setelah lulus menjadi seorang sarjana. Melanjutkan studi baik sebelum atau setelah menikah sepertinya memiliki tantangan tersendiri dan saya melihat banyak juga ibu-ibu muda yang sukses melanjutkan studi hingga jenjang doktoral sambil mengasuh anak.

Yang terpenting, ketahui dulu tujuan utama mu. Jangan sampai melanjutkan S2 hanya karena belum dapat kerjaan (padahal ingin kerja kantoran nantinya), atau sekadar ingin sekolah plus jalan-jalan di luar negeri, atau untuk eksistensi diri, atau sekadar ingin menambah gelar di belakang nama kita hehehe

Pastikan pilihan studimu dapat menunjang karir yang ingin kamu jalani dan tentunya bermanfaat tidak hanya bagi dirimu tapi juga untuk sesama ya..

2. Langsung Bekerja Setelah Lulus S1

tsel
You wanna be like him? I’ll be starting soon haha (source: Telkomsel)

Sebagian besar lulusan sarjana (termasuk saya) sepertinya memilih opsi kedua. Terbukti dari beberapa job fair yang pernah saya ikuti (well, I hate job fairs actually), tidak pernah sepi dari pengunjung yang rela membawa tumpukan berkas dan berusaha sekuat tenaga untuk mengantri berjam-jam demi pekerjaan impian. Been there, done that too -though I gave up at the end- hahahaha 

Opsi kedua ini memang menjadi pilihan saya setelah lulus kuliah. Memang sempat tergoda awalnya untuk kembali ke rencana semula, saat saya masih berada di semester awal perkuliahan: lanjut S2 setelah lulus. Bagaimana tidak, melihat teman-teman yang sudah diterima sana sini serta kerinduan saya untuk sekolah di luar negeri -I still love Indonesia don’t worry- dan terlihat keren untuk menjadi mahasiswa. Ya! Harus saya akui, menjadi mahasiswa adalah salah satu privilege yang pernah saya dapat sebagai manusia. 

Buku GRE pun sudah melambai-lambai pada saya sampai-sampai saya tidak berani membukanya hahaha (so sorry for my advisor, I am gonna make it next year. Promise!) Tapi setelah melalui banyak pertimbangan, saya tetap ingin bekerja. Di perusahaan impian saya, tentunya 🙂

Dari pengalaman magang saya di Nutrifood dan Konsulat Amerika Serikat di Surabaya, pandangan saya tentang dunia kerja terbuka lebar. Bekerja sangat jauh berbeda dengan menjadi mahasiswa. Banyak hal yang perlu saya pelajari dan tujuan utama tentu mengamalkan ilmu yang saya dapat setelah mendapat gelar sarjana (well, alasannya typical fresh-graduate banget ini hahaha) 

Selain itu, mari kita pertimbangkan bersama tentang kesempatan bekerja yang dibatasi usia, jurusan, nilai TOEFL, dan beragam persyaratan lainnya. Momen menjadi fresh-graduate tidak akan berlangsung lama dan kesempatan bekerja untuk fresh-graduate adalah hak istimewa menurut saya. Bagaimana mungkin, lulusan sarjana yang minim pengalaman diberi kesempatan bekerja di sebuah perusahaan? Terlebih perusahaan besar seperti Telkomsel, Garuda Indonesia, Angkasa Pura, dan lainnya.

Berbeda dengan persyaratan studi S2 yang tidak berbatas usia dan kesempatannya jauh terbuka luas. Ibaratnya, kapan saja kita mau, kita bisa mendaftar untuk sekolah S2. Di samping itu, pelajaran yang kita dapat di tempat kerja akan jauh berbeda dengan yang kita dapat di dalam kelas (well, ini pengalaman saya ketika magang sih hehehe)

So, untuk yang memilih opsi kedua setelah lulus sarjana (atau sejenisnya), selamat berjuang! Tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan tapi, bukan berarti tidak bisa ya 🙂 

3. Menjadi Entrepreneur Setelah Lulus S1

fv
Vivy Yusof & Her Husband: My favorite + Inspiring muslim entrepreneurs with their huge Fashion Valet (source: digitalnewsasia.com)

Meski tidak saya tulis di judul, pilihan ini bisa jadi masuk dalam list kita, bukan? Saya pun demikian. Untuk pilihan yang satu ini, saya acungkan 4 jempol yang saya punya karena pilihan ini meski tidak mudah tapi sungguh mulia! 

Apapun jurusan kita, gelar kita, menjadi entrepreneur adalah pilihan yang terbuka bagi semua orang. Meski tampaknya sama dengan ‘bekerja’, tapi hal ini sungguh sangat berbeda. Saya bisa berkata demikian karena saya pernah (dan sedang) mengalaminya.  Again, I’ve been there, done that too, guys!

Ketika di bulan ke-6 setelah saya lulus sarjana dan belum mendapat pekerjaan, saya mulai bosan untuk mendaftar rekrutmen yang cukup melelahkan menurut saya. Sebelumnya, saya sudah melamar di sekitar 5 perusahaan baik BUMN, swasta, atau bahkan embassy, dan belum pernah berhasil hingga dinyatakan lolos. Akhirnya saya memutuskan untuk memulai bisnis yang berawal dari hobi membuat desain.

Saya sudah mulai melupakan lowongan pekerjaan dan fokus pada bisnis saya yang bermodal uang celengan dan uang lebaran hahaha Di tengah perjalanan, saya (dan partner bisnis saya) mulai kesulitan untuk modal karena sebelum meluncurkan produk kami, banyak dana yang harus kami keluarkan untuk proses trial and error dan berpindah dari satu vendor ke vendor lain untuk men-support produksi kami. 

Di saat sedang kesulitan modal, perusahaan impian saya membuka lowongan lagi, dan saya coba mendaftar lagi (untuk ketiga kalinya). Sudah tidak berharap bisa diterima tapi saya mengambil keputusan ini sebagai plan B saya. Jika ada kesempatan, saya benar-benar ingin bekerja di sebuah perusahaan di mana saya bisa belajar tentang manajerial perusahaan, memiliki network yang baik, dan belajar disiplin tentunya. 

Itulah tantangan yang akan dihadapi kamu yang memiliki opsi ke-tiga ini: ketersediaan modal, disiplin, dan ilmu manajerial yang baik. Itu benar-benar saya rasakan dan berat sekali untuk bisa making sales di tengah modal yang terbatas dan kondisi finansial yang kurang sehat :p  Itu kenapa saya sekarang memilih menjadi pegawai sejenak di sebuah perusahaan impian saya karena saya percaya, memulai bisnis bisa kapan saja tapi kesempatan bekerja hanya datang sekali saja.

So, jika kamu memilih opsi ke-3 ini setelah menyandang gelar sarjana, doa terbaik saya untukmu! Tapi jangan lupa untuk menyusun strategi yang jitu agar waktu tak terbuang sia-sia dan persiapkan plan A to Z nya ya!

4. Menikah Setelah Lulus S1

nikah
bismillah 🙂 (source: kevinobosi.com)

Buat perempuan khususnya, siapa yang tidak ingin menikah, mendapat kepastian dari yang dicinta? hahahaha saya pun juga mau! (baca: bukan kode) 

Banyak teman-teman seusia saya yang melangsungkan pernikahan tidak lama setelah wisuda berlangsung, bahkan sebelum ijazah di tangan mungkin hahaha
Salah? Sama sekali tidak! Kembali lagi, setiap orang punya tujuan masing-masing, bukan? 

Bicara soal tujuan, perhatikan lagi mimpi-mimpimu. Semua tentang prioritas yang kamu susun dalam hidupmu. Jika ingin bekerja dulu, apakah status pernikahanmu akan membatasi? Mengingat beberapa perusahaan yang saya tahu mensyaratkan pria/wanita lajang atau beberapa perusahaan yang melarang karyawan barunya untuk menikah dalam waktu 2-3 tahun (well, come on.. it’s so last year, right?)  Selain itu, jika kamu ingin bekerja, apakah setelah menikah nanti pasanganmu akan mengizinkan? Bagaimana jika istri yang harus ikut suami bekerja di tempat lain?

Sama halnya dengan melanjutkan Studi S2 setelah menikah. Pertimbangkan masak-masak, diskusikan dengan calonmu (kalau sudah ada ya :)) tentang rencana-rencanamu. Jika memang ingin studi di luar negeri, apakah dia bisa ikut? Bagaimana dengan pekerjaannya?

Saya percaya bahwa pernikahan tidak seharusnya membatasi kita untuk berkarya dan membagi manfaat pada sesama, bukan? 


Nah dari 4 pilihan di atas bukan tidak mungkin untuk kita lakukan semua. Tidak dalam waktu bersamaan tentunya. Setelah di wisuda sebagai seorang sarjana, tantangan sebenarnya bukan berakhir tapi justru baru akan kamu hadapi. Selalu semangat untuk mencapai apa yang kamu citakan ya! Luruskan niat dalam setiap langkah yang kamu ambil untuk menjadi manusia bermanfaat dan memiliki ilmu yang berkah  🙂

 

sign

 

Advertisements

One thought on “Setelah Wisuda: Lanjut S2 atau Bekerja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s